karir

Arsitektur dan Pekerjaan Arsitek

Arsitektur dan Pekerjaan Arsitek – Arsitektur adalah ilmu atau seni dalam membangun dan merancang konstruksi, dengan menggunakan material tahan lama untuk menciptakan bangunan atau struktur yang menarik secara estetika serta sesuai dengan fungsinya. Penyair Inggris, Sir Henry Wooten, pernah berkata bahwa “Bangunan yang baik memiliki tiga syarat: Kegunaan, Kekuatan, dan Keindahan.”

Sepanjang sejarah, arsitektur mengalami banyak perubahan gaya yang dapat dikenali dengan istilah seperti Barok, Gotik, dan Neo-Klasik. Beberapa gaya arsitektur juga dapat bersifat khas dari suatu zaman atau budaya, seperti arsitektur Yunani Kuno, Romawi, atau Mesir.

Gaya arsitektur, baik itu pada pabrik, rumah pedesaan, hotel, bandara, maupun bangunan keagamaan, mencerminkan kebutuhan dan nilai-nilai masyarakat yang membangunnya. Gaya suatu bangunan tidak hanya dipengaruhi oleh selera dan tren, tetapi juga oleh faktor lain yang lebih praktis, seperti ketersediaan teknologi dan bahan bangunan, serta pertimbangan teknis seperti daya dukung beban dan tekanan yang harus diperhitungkan agar bangunan tetap kokoh dan fungsional.

Sepanjang sejarah, ketersediaan bahan bangunan di suatu daerah sangat berpengaruh terhadap desain arsitektur. Selain itu, keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan tersebut juga berkembang seiring dengan penggunaannya. Misalnya, pertukangan kayu berkembang pesat di daerah yang memiliki banyak hutan, karena kayu menjadi bahan bangunan utama. Meskipun kini kayu semakin langka, penggunaannya masih tetap umum dalam proyek konstruksi modern.

Di beberapa wilayah lain, arsitek zaman dahulu memilih batu dan marmer sebagai bahan utama untuk membangun bangunan dan monumen yang sering dihiasi dengan ukiran yang juga berfungsi sebagai bagian struktur bangunan. Saat ini, batu dan marmer masih digunakan, tetapi mulai tergantikan oleh bahan yang lebih ekonomis dan mudah digunakan seperti baja, kaca, dan beton.

Di daerah yang bahkan kayu pun sulit ditemukan, penduduk setempat menggunakan tanah liat dan lumpur sebagai bahan bangunan. Mereka membentuk bata dari tanah liat, mengeringkannya di bawah sinar matahari, lalu menyusunnya menggunakan adukan yang terbuat dari bahan yang sama. Peradaban kuno kemudian mengembangkan teknik pembakaran bata di dalam tungku untuk meningkatkan kekuatannya sehingga memungkinkan pembangunan struktur yang lebih besar dan lebih tahan lama.

Teknik Konstruksi dan Material Bangunan

Istilah *masonry* digunakan untuk menggambarkan konstruksi yang terbuat dari batu atau bata. Bata biasanya disusun secara berlapis dan direkatkan dengan adukan yang dipadatkan oleh gaya gravitasi. Pada awalnya, adukan terbuat dari pasir atau lumpur, tetapi bangsa Romawi mengembangkan mortar semen dan beton, yang memungkinkan mereka membangun bangunan yang masih bertahan hingga lebih dari 2000 tahun. Meski Romawi sudah menemukan beton, baru pada abad ke-19 ditemukan semen yang benar-benar tahan air.

Di abad ke-19, produksi besi dan baja secara massal mulai berkembang. Baja mulai menggantikan rangka kayu tradisional karena lebih kuat dan tahan lama. Selain itu, baja juga bisa dicampurkan ke dalam beton basah untuk meningkatkan fleksibilitas dan daya tahannya, yang kemudian menjadi dasar konstruksi beton bertulang di abad ke-20.

Selanjutnya, aluminium mulai digunakan sebagai pelapis bangunan karena sifatnya yang tahan lama dan hampir tidak memerlukan perawatan. Kaca juga mengalami perkembangan signifikan dan dapat diproduksi dalam ukuran yang lebih besar dengan kualitas yang lebih baik. Salah satu inovasi besar adalah kaca patri yang sering digunakan dalam bangunan keagamaan. Perkembangan industri memungkinkan arsitek memanfaatkan cahaya alami dengan cara yang belum pernah ada sebelumnya.

Peran Arsitek di Era Modern

Di era modern, kompleksitas pekerjaan arsitek semakin tinggi. Mereka harus merancang berbagai jenis bangunan, seperti perumahan massal, pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, pusat kota, bandara, rumah sakit, sekolah, dan berbagai infrastruktur lain yang mendukung kehidupan manusia saat ini.

Saat ini, seorang arsitek tidak hanya berfokus pada estetika sebuah bangunan, tetapi juga harus mempertimbangkan kebutuhan komunitas bisnis dan perkotaan. Mereka harus memastikan bahwa bangunan baru tidak hanya fungsional dan modern, tetapi juga dapat berbaur dengan bangunan lama untuk menciptakan lingkungan yang harmonis dan menarik.

Di Inggris, profesi arsitek diatur oleh hukum. Seorang arsitek harus terdaftar di *Architects Registration Board* agar bisa berpraktik secara resmi. Bagi mereka yang ingin berkarier sebagai arsitek, diperlukan waktu minimal tujuh tahun untuk memperoleh kualifikasi dan pengalaman yang dibutuhkan.

Untuk menjadi arsitek profesional, calon arsitek harus:
1. Menyelesaikan program sarjana (*B.A* atau *B.Sc*) selama tiga tahun di universitas yang diakui.
2. Mengikuti program magang minimal satu tahun di firma arsitektur.
3. Melanjutkan studi pascasarjana selama dua tahun.
4. Mengikuti magang tambahan minimal satu tahun.
5. Lulus ujian profesional dalam bidang praktik dan manajemen arsitektur.

Dengan proses yang panjang ini, seorang arsitek tidak hanya harus memiliki bakat seni dalam desain bangunan, tetapi juga harus memiliki pengetahuan teknis yang kuat agar bisa menciptakan bangunan yang indah, fungsional, dan bertahan lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *