Tips Profesional Bartender
Tips Profesional Bartender – Di dalam bar, kamu akan menemukan komunitas yang beragam, mulai dari orang yang datang untuk bersantai, bersosialisasi, hingga mencari tempat yang nyaman dan akrab. Bagi sebagian orang, terutama di dunia yang kompetitif dan penuh tekanan ini, bar bisa menjadi satu-satunya tempat di mana mereka merasa diterima dan dihargai. Pada dasarnya, kita semua adalah makhluk sosial.
Masih ingat serial TV “Cheers”, di mana setiap kali karakter utama datang, seluruh bar langsung menyambut dengan, “Hey Norm!”?
Meskipun kita tidak selalu bisa mendapatkan sambutan seheboh itu, bartender yang baik bisa menciptakan pengalaman yang hampir sama bagi pelanggan mereka.
Saya sendiri pernah menjadi bartender untuk membiayai kuliah sarjana dan pascasarjana, dan beberapa kali kembali ke profesi ini ketika merasa bosan dengan dunia korporat. Jika dikerjakan dengan benar, penghasilannya bisa setara dengan pekerjaan kantoran, tapi yang jelas, suasananya jauh lebih seru!
Setiap bar punya gaya dan daya tarik yang berbeda (misalnya, bar di klub malam vs. lounge di restoran). Jadi, tips ini mungkin tidak berlaku untuk semua tempat. Tapi kalau kamu mengikuti beberapa saran berikut, kamu bisa menjadikan pekerjaan ini menyenangkan dan menguntungkan!
1. Sambut pelanggan dengan ramah, seolah kamu sudah mengenal mereka.
Kenali nama mereka dan ingat minuman favorit mereka. Jika perlu, catat di buku kecil. Misalnya: “Pria brewok abu-abu, kacamata tebal, nama George, suka minum Budweiser.” Kalau lupa? Cukup ucapkan, “Senang ketemu lagi!” Pikirkan seperti kamu sedang menjadi tuan rumah di rumah sendiri.
2. Ingat minuman favorit pelanggan tetap.
Saat pelanggan langganan datang, kamu harus sudah tahu apa yang mereka suka. Pelayanan seperti ini akan membuat mereka merasa spesial.
3. Jika pelanggan datang dengan pasangan atau teman, perlakukan mereka seperti VIP.
Sapa pelanggan dengan hormat, misalnya, “Senang melihat Anda lagi, Pak/Bu (nama pelanggan). Apa yang bisa saya siapkan untuk tamu spesial Anda?” Gunakan gelas terbaik untuk pasangan atau temannya. Dengan pelayanan seperti ini, dijamin mereka akan kembali lagi dan memberi tip lebih besar.
4. Hafalkan beberapa lelucon yang bisa menghibur pelanggan.
Pelajari lelucon baru di internet, tapi jangan asal copy-paste. Lelucon itu bukan sekadar kata-kata, tapi bagaimana cara kamu menyampaikannya. Pastikan kamu punya minimal dua lelucon baru di setiap shift untuk mencairkan suasana.
5. Senyum dan energi positif lebih penting daripada aksi juggling botol.
Kalau bisa juggling, bagus! Tapi sebagian besar pelanggan datang bukan untuk melihat atraksi, melainkan mencari minuman, suasana, dan perhatian yang mungkin tidak mereka dapatkan dalam kehidupan sehari-hari.
6. Jika ada pelanggan baru yang hanya pesan satu bir lalu bersiap pergi, berikan satu minuman gratis.
Sebelum mereka pergi, geser segelas bir dan katakan, “Saya senang Anda datang, semoga betah di sini.” Sebutkan nama mereka agar lebih personal. Jika perlu, bayar dari tipmu sendiri. Dijamin mereka akan kembali dan membawa lebih banyak teman!
7. Ingat, pelanggan adalah pelanggan, bukan teman dekat.
Jangan terlalu santai atau terbawa suasana. Tetaplah profesional.
8. Hindari hubungan asmara dengan pelanggan.
Banyak kesempatan untuk itu, tapi ingat, kamu di sana untuk bekerja dan mencari nafkah. “One night stand” di dunia bartender tidak pernah benar-benar hanya satu malam. Besok atau lusa, pelanggan yang sama bisa kembali ke bar, dan suasananya bisa jadi canggung.
9. Jangan keluar dari balik bar jika ada keributan atau kekerasan.
Kalau ada masalah, sebisa mungkin tetap di belakang bar. Tinggikan suara untuk mencoba mengendalikan situasi sambil menelepon 911. Banyak bar tidak menyediakan keamanan. Saya punya teman yang pernah keluar dari balik bar dan memukul pelaku yang menyerang seorang wanita dengan botol penuh. Meskipun si pelaku meninggal beberapa hari kemudian, teman saya tetap dipenjara, bukan karena pembunuhan, tapi karena dia keluar dari balik bar.
10. Gunakan tip jar (tempat tip) dengan bijak.
Di beberapa bar, penggunaan tip jar bersifat opsional. Kalau kamu membangun hubungan baik dengan pelanggan, mereka lebih mungkin memberikan tip langsung saat membayar. Pelanggan cenderung lebih dermawan saat berhadapan langsung dibandingkan jika mereka hanya melempar receh ke dalam tip jar saat kamu sibuk.
Jika bekerja dengan pelayan, hati-hati! Pelayan yang judes bisa membuatmu kehilangan banyak tip, bahkan mungkin mengambil bagian dari tip yang seharusnya milikmu. Sebaiknya, pisahkan tip bartender dan pelayan agar lebih adil.
11. Jaga hubungan baik dengan staf lain.
Pelayan butuh bartender yang cepat dan bisa membuat minuman dengan baik. Jadi, ada keseimbangan antara melayani pelanggan di bar dan memenuhi pesanan meja.
Selalu perhatikan pelanggan di bar dan antisipasi kapan mereka butuh minuman tambahan. Kalau sedang sibuk membuat pesanan meja, tetap akui keberadaan pelanggan di bar dengan “Minuman kamu segera datang ya!” agar mereka tahu kamu tidak mengabaikan mereka.
12. Bantu staf membersihkan meja meskipun itu bukan tugasmu.
Kalau ada waktu, bantu angkat gelas, bersihkan meja, atau susun kursi. Kalau ada keributan, tetap di belakang bar dan minta orang lain menelepon 911.
Ingat, suasana kerja yang nyaman penting, bukan hanya untuk pelanggan, tapi juga untuk staf. Jika staf merasa dihargai, mereka akan bekerja lebih baik dan suasana bar pun lebih menyenangkan.
13. Ngobrol dengan pelanggan saat ada waktu.
Jangan duduk sendirian sambil minum soda atau mencari momen menyendiri, meskipun kamu sedang istirahat. Kamu bisa istirahat di rumah.
Bicarakan berita, gosip lokal, atau tempat menarik di sekitar, tapi lebih penting lagi, buat mereka bicara tentang hal yang mereka suka. Mereka datang ke bar untuk bersosialisasi, bukan ke perpustakaan. Jika terlalu mabuk, kamu bisa mulai memperkirakan kapan mereka harus berhenti minum.
14. Ucapkan terima kasih kepada setiap pelanggan sebelum mereka pergi.
Kalau bisa, jabat tangan mereka saat mereka membayar. Tatap mata mereka. Ini bukan hanya soal sopan santun, tapi juga trik untuk memastikan mereka memberikan tip.
15. Jika terlalu sibuk dan tidak sempat berpamitan, ucapkan selamat tinggal dari jauh.
Misalnya, saat melihat pelanggan berdiri untuk pergi, dan kamu yakin tagihannya sudah dibayar, cukup teriak, “Hey (nama), makasih ya! Hati-hati di jalan dan datang lagi!”
16. Pelajari buku resep bartender dan perhatikan cara rekan kerja membuat minuman.
Menjadi bartender bukan hanya soal mencampur minuman, tapi juga soal seni dan pengalaman. Kalau ada pelanggan memesan minuman yang tidak kamu kenal, jangan malu untuk bertanya, “Wah, saya belum pernah dengar. Ajarin dong, saya buat sekarang!” Biasanya, mereka akan bangga berbagi pengetahuan.
Beberapa bar memang selalu sibuk dan ramai, terutama saat ada live music atau DJ. Dalam situasi ini, mungkin sulit menerapkan semua tips, tapi tetap ada momen kecil di mana kamu bisa melakukannya. Percayalah, pelanggan akan mencari kamu, duduk di dekat area kerjamu, dan bahkan menanyakan jadwal shift-mu!
Oh ya, kalau kamu sudah punya pelanggan setia, pindah kerja ke bar lain jadi lebih mudah!
Bartending itu seru, menantang, dan penuh kejutan! Saya bahkan pernah menghasilkan hingga $50.000 per tahun sebagai pekerjaan sampingan.
Jadi, cari tempat tinggal yang kamu suka, temukan bar yang cocok, dan nikmati pekerjaanmu!